JOHOR – Johor Specialist Hospital (JSH) terus mengambil langkah baru dalam memperkuat komitmen untuk memajukan perawatan pasien dengan sistem presisi tinggi, dengan menggunakan robotic.
Prosedur menggunakan sistem diferensiasi Da Vinci Xi telah dilakukan oleh Dokter Spesialis Kandungan dan Ginekolog, Dr. Sharifah Shahirah Syed Hashim, menandai era baru dalam bedah invasif minimal di JSH.
Pencapaian ini merupakan yang pertama di jaringan rumah sakit KPJ Healthcare di negara bagian Johor, yang membuktikan komitmen bahwa KPJ Healthcare terus mengintegrasikan teknologi bedah mutakhir, guna meningkatkan hasil dan pengalaman pasien.

Tahun lalu, Rumah Sakit Spesialis Damansara 2 menjadi rumah sakit pertama di jaringan perawatan kesehatan KPJ yang memperkenalkan sistem bedah Da Vinci Xi. Sejak saat itu, KPJ Healthcare telah memperluas penggunaan teknologi medis berbasis Kecerdasan Buatan (AI) di seluruh 29 rumah sakit swasta mereka, mendorong kemajuan dalam pengobatan presisi dan perawatan pasien.
Presiden dan Direktur Pelaksana KPJ Healthcare, Chin Keat Chyuan, mengatakan, sejalan dengan tujuan Care for Life, KPJ Healthcare terus mengeksplorasi kemajuan di bidang AI dan inovasi untuk meningkatkan perawatan pasien.
“Selain itu, pengenalan ‘Sistem Kesehatan KPJ’ yang sekarang menjadi kerangka kerja utama kami telah menetapkan tolok ukur baru dalam perawatan kesehatan swasta. Sasaran utama kami adalah memastikan pasien memperoleh manfaat dari kemajuan ini. Saya bangga dengan pencapaian ini yang juga merupakan langkah penting di Johor dalam memperkenalkan bedah robotik. Teknologi ini memungkinkan kami melakukan prosedur rumit dengan lebih tepat sambil menawarkan pasien pilihan perawatan yang kurang invasif untuk penyembuhan yang lebih baik,” kata Mr Chin.
Sistem robotik ini menawarkan presisi bedah yang lebih tinggi, gerakan yang lebih fleksibel, dan visual 3D definisi tinggi, yang memungkinkan sayatan yang lebih kecil. Kecanggihan lain adalah, mengurangi trauma jaringan, dan pemulihan pascaoperasi yang lebih baik. Dibandingkan dengan operasi konvensional, prosedur dengan bantuan robot ini akan menghasilkan perawatan di rumah sakit yang lebih pendek, mengurangi rasa sakit, dan menurunkan risiko bedah.
Teknik yang dibantu robot ini digunakan secara luas dalam pembedahan ginekologi, urologi, dan bedah umum yang memungkinkan kontrol dan presisi tinggi, terutama untuk prosedur yang rumit. Perangkat robotik canggih ini meniru gerakan tangan dengan stabilitas yang lebih baik, sehingga mendukung pendekatan bedah yang lebih baik untuk meningkatkan keselamatan dan pemulihan pasien.
Spesialis Kandungan dan Ginekolog Dr Sharifah Shahirah, yang melakukan prosedur tersebut mengatakan dengan kemajuan teknologi AI dan Robotic ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi pasien, karena meningkatkan akurasi bedah dan tingkat pemulihan yang lebih cepat.
“Dengan Robotic, pasien mengalami pemulihan yang sangat cepat dengan minimal kehilangan darah dan meringankan nyeri pascaoperasi. Ke depannya, saya berharap dapat menawarkan layanan teknologi canggih ini kepada pasien kami di KPJ untuk kesehatan Wanita,” katanya.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi perwakilan Grup KPJ Healthcare Batam, Tanjungpinang dan Indonesia, di nomor WhatsApp +628127750800. (tim)








